Langsung ke konten

Customer Journey

Customer Journey digunakan untuk melihat perjalanan interaksi customer dengan bisnis.

Melalui Customer Journey, tim dapat memahami riwayat komunikasi customer, channel yang pernah digunakan, dan tahapan hubungan customer dengan bisnis.

Fitur ini membantu agent, admin, dan tim marketing memberikan pelayanan yang lebih sesuai dengan kondisi customer.

Customer Journey membantu tim melihat aktivitas dan interaksi customer dari awal sampai kondisi terbaru.

Informasi yang dapat dilihat biasanya mencakup:

  • Pesan pertama dari customer.
  • Riwayat chat sebelumnya.
  • Channel yang digunakan customer.
  • Status percakapan.
  • Follow up yang pernah dilakukan.
  • Catatan atau riwayat penanganan jika tersedia.

Dengan melihat perjalanan ini, tim tidak perlu menanyakan ulang informasi yang sebelumnya sudah pernah dibahas.

Customer dapat menghubungi bisnis dari berbagai channel.

Contoh channel:

  • WhatsApp.
  • Instagram DM.
  • Facebook Messenger.
  • Telegram.
  • Email.
  • Live Chat Website.

Jika riwayat percakapan tersimpan dengan baik, tim dapat melihat interaksi customer secara lebih lengkap meskipun customer pernah menghubungi dari channel yang berbeda.

Hal ini membantu tim memahami konteks percakapan sebelum memberikan jawaban atau follow up.

Customer Journey membantu tim memberikan pelayanan yang lebih tepat.

Manfaatnya antara lain:

  • Agent dapat memahami riwayat customer sebelum membalas.
  • Follow up menjadi lebih terarah.
  • Tim dapat mengetahui kebutuhan customer sebelumnya.
  • Komplain atau kendala customer lebih mudah dilacak.
  • Pelayanan terasa lebih personal karena tim memahami konteks customer.
  • Tim marketing dapat melihat peluang follow up dari riwayat interaksi.

Customer Journey membuat komunikasi bisnis dengan pelanggan menjadi lebih rapi dan tidak terputus.

Customer pernah bertanya tentang layanan melalui Instagram DM, lalu beberapa hari kemudian menghubungi kembali melalui WhatsApp.

Agent membuka data customer dan melihat riwayat interaksi sebelumnya.

Dari riwayat tersebut, agent mengetahui bahwa customer sebelumnya tertarik pada layanan tertentu. Agent kemudian dapat melanjutkan percakapan tanpa meminta customer mengulang informasi dari awal.

  • Baca riwayat customer sebelum melakukan follow up.
  • Gunakan informasi customer untuk membantu pelayanan, bukan untuk mengirim pesan yang tidak relevan.
  • Pastikan catatan dan status percakapan diperbarui jika ada perkembangan.
  • Jangan mengabaikan riwayat komplain atau kendala customer.
  • Gunakan Customer Journey untuk memahami konteks sebelum mengambil keputusan.

Pastikan percakapan customer sudah masuk melalui channel yang terhubung ke TENTA.

Biasakan membaca riwayat customer sebelum membalas atau melakukan follow up.

Cek apakah data customer sudah terhubung atau memiliki informasi kontak yang sama.

Periksa kembali riwayat interaksi sebelum mengirim pesan lanjutan.

Setelah memahami Customer Journey, lanjutkan ke halaman berikutnya: