Langsung ke konten

Webhook Integration

Webhook Integration digunakan untuk mengirim notifikasi otomatis dari TENTA ke sistem lain saat ada aktivitas tertentu.

Dengan webhook, sistem eksternal bisa menerima update tanpa harus mengecek data ke TENTA secara manual terus-menerus.

Webhook biasanya digunakan oleh developer atau tim teknis untuk membuat integrasi yang lebih otomatis.

Webhook digunakan ketika sistem lain perlu mendapatkan informasi terbaru dari TENTA secara otomatis.

Gunakan webhook untuk:

  • Menerima notifikasi saat ada pesan baru.
  • Menerima update saat customer membalas chat.
  • Mencatat perubahan status percakapan.
  • Menghubungkan aktivitas TENTA ke sistem internal.
  • Membuat alur kerja otomatis berdasarkan event tertentu.

Webhook membantu TENTA mengirim informasi ke sistem lain saat sebuah event terjadi.

Contoh sederhana:

Saat ada pesan baru masuk ke TENTA, webhook dapat mengirim data pesan tersebut ke sistem internal bisnis.

Dengan cara ini, sistem lain bisa langsung mengetahui aktivitas terbaru tanpa menunggu pengecekan manual.

Webhook berguna untuk integrasi yang membutuhkan respon cepat dan update real-time.

Event adalah aktivitas tertentu yang memicu webhook.

Contoh event yang dapat digunakan:

  • Pesan baru masuk.
  • Customer membalas pesan.
  • Status chat berubah.
  • Chat di-assign ke agent.
  • Campaign mendapatkan respon.
  • Percakapan ditandai selesai.

Event yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan integrasi.

Tidak semua event harus diaktifkan jika sistem eksternal hanya membutuhkan data tertentu.

Siapkan URL dari sistem eksternal yang akan menerima data webhook.

URL ini harus aktif dan dapat menerima request dari TENTA.

Buka dashboard TENTA melalui:

app.tenta.id/login

Masukkan email dan password akun TENTA Anda.

Masuk ke menu Webhook Integration atau menu pengaturan API yang berkaitan dengan webhook.

Tempelkan URL webhook yang sudah disiapkan.

Pastikan URL ditulis dengan benar agar data dapat dikirim ke sistem tujuan.

Pilih event yang ingin dikirim ke sistem eksternal.

Contoh:

  • Pesan baru masuk.
  • Status chat berubah.
  • Percakapan selesai.

Pilih hanya event yang memang dibutuhkan agar data yang masuk tidak terlalu banyak.

Setelah URL dan event selesai diatur, klik tombol Simpan.

Pastikan pengaturan webhook berhasil tersimpan.

Lakukan uji coba dengan membuat event sesuai pengaturan.

Contoh:

  • Kirim pesan baru ke channel yang terhubung.
  • Ubah status chat.
  • Tandai chat selesai.

Cek apakah sistem eksternal berhasil menerima data dari TENTA.

Bisnis memiliki sistem internal untuk mencatat semua pesan customer.

Tim developer mengatur webhook agar setiap pesan baru yang masuk ke TENTA dikirim ke sistem internal.

Saat customer mengirim pesan melalui WhatsApp, TENTA mengirim event pesan baru ke URL webhook.

Sistem internal kemudian menyimpan data tersebut untuk kebutuhan laporan atau monitoring.

  • Pastikan URL webhook aktif dan bisa menerima data.
  • Gunakan webhook hanya untuk event yang dibutuhkan.
  • Simpan log webhook agar mudah mengecek jika terjadi kendala.
  • Pastikan sistem penerima memiliki keamanan yang baik.
  • Jangan membagikan URL webhook ke pihak yang tidak berwenang.

Cek apakah URL webhook sudah benar, aktif, dan dapat diakses.

Periksa format data yang dikirim dan pastikan sistem penerima sudah siap membaca request webhook.

Pastikan event tersebut sudah dipilih dan pengaturan webhook sudah disimpan.

Batasi event yang dikirim hanya pada aktivitas yang benar-benar dibutuhkan.

Setelah memahami Webhook Integration, lanjutkan ke halaman berikutnya: