Langsung ke konten

Labels

Labels digunakan untuk memberi tanda atau kategori pada chat pelanggan.

Dengan label, tim dapat mengelompokkan percakapan agar lebih mudah dicari, dipantau, dan ditindaklanjuti.

Label membantu agent dan admin mengetahui jenis percakapan tanpa harus membaca semua isi chat dari awal.

Label atau tag adalah penanda yang dipasang pada chat pelanggan.

Label dapat digunakan untuk menandai kondisi, kebutuhan, atau jenis percakapan tertentu.

Contoh penggunaan label:

  • Menandai chat komplain.
  • Menandai customer yang perlu follow up.
  • Menandai chat prospek.
  • Menandai chat yang sudah closing.
  • Menandai percakapan berdasarkan layanan atau produk tertentu.

Dengan label, inbox menjadi lebih rapi dan percakapan lebih mudah dikelola.

Buka dashboard TENTA melalui:

app.tenta.id/login

Masukkan email dan password akun TENTA Anda.

Setelah masuk ke dashboard, buka menu Labels atau menu pengaturan label.

Menu ini digunakan untuk membuat dan mengelola label yang akan dipakai pada chat.

Klik tombol Tambah Label, Create Label, atau tombol sejenis yang tersedia.

Setelah itu, isi nama label sesuai kebutuhan.

Gunakan nama label yang singkat dan mudah dipahami.

Contoh:

  • Komplain
  • Follow Up
  • Prospek
  • Closing
  • Butuh Admin
  • Prioritas

Hindari nama label yang terlalu panjang agar mudah digunakan oleh agent.

Setelah nama label dibuat, klik tombol Simpan.

Label yang sudah tersimpan dapat digunakan pada chat pelanggan.

Masuk ke menu Inbox dan pilih percakapan pelanggan yang ingin diberi label.

Cari bagian label pada percakapan tersebut.

Pilih label yang sesuai dengan kondisi chat.

Contoh:

  • Gunakan label Komplain jika pelanggan menyampaikan keluhan.
  • Gunakan label Follow Up jika chat masih perlu ditindaklanjuti.
  • Gunakan label Prospek jika pelanggan menunjukkan minat terhadap produk atau layanan.

Setelah label dipilih, pastikan perubahan berhasil tersimpan.

Chat yang sudah diberi label akan lebih mudah ditemukan dan dipantau.

Label perlu dikelola agar tetap rapi dan tidak membingungkan tim.

Beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Mengubah nama label jika kurang jelas.
  • Menghapus label yang sudah tidak digunakan.
  • Menyatukan label yang memiliki arti sama.
  • Membuat standar penggunaan label untuk agent.
  • Mengecek label yang sering dipakai dalam percakapan.

Label yang terlalu banyak dan tidak teratur dapat membuat agent bingung saat memilih label.

Untuk penggunaan awal, bisnis dapat menyiapkan beberapa label sederhana.

Contoh label operasional:

  • Prospek: pelanggan yang berpotensi membeli.
  • Follow Up: pelanggan yang perlu dihubungi kembali.
  • Komplain: pelanggan yang menyampaikan keluhan.
  • Butuh Admin: chat yang perlu ditangani admin atau tim khusus.
  • Closing: pelanggan yang sudah mengarah ke pembelian.
  • Selesai: percakapan yang sudah selesai ditangani.
  • Prioritas: chat yang perlu ditangani lebih cepat.

Gunakan label sesuai kebutuhan bisnis. Tidak perlu membuat terlalu banyak label di awal.

Pelanggan bertanya tentang harga layanan dan belum langsung mengambil keputusan.

Agent memberi label Prospek dan Follow Up pada chat tersebut.

Dengan label ini, tim dapat melihat bahwa pelanggan masih perlu ditindaklanjuti dan belum boleh diabaikan.

  • Gunakan label yang singkat dan jelas.
  • Jangan membuat terlalu banyak label dengan arti yang mirip.
  • Pastikan semua agent memahami arti setiap label.
  • Gunakan label secara konsisten agar data chat tetap rapi.
  • Evaluasi label secara berkala jika sudah tidak relevan.

Hapus atau gabungkan label yang memiliki arti serupa.

Buat standar penggunaan label agar agent memahami kapan label digunakan.

Gunakan nama label yang lebih sederhana dan langsung menggambarkan kondisi chat.

Biasakan agent memberi label pada chat penting agar mudah dipantau kembali.

Setelah memahami penggunaan label, lanjutkan ke halaman berikutnya: